MENGENAL JENIS KERUSAKAN PADA BANGUNAN SEBELUM TERLAMBAT!

Sebagai tempat untuk pulang dan beristirahat dari lelah aktivitasnya sehari-hari, rumah haruslah menjadi tempat paling aman dan nyaman. Kenali jenis kerusakan pada bangunan berikut ini.

 

 

Klasifikasi Jenis Kerusakan Pada Bangunan

 

jenis kerusakan pada bangunan

 

Kerusakan bangunan adalah tidak berfungsinya sebagian atau keseluruhan komponen bangunan yang disebabkan berbagai faktor.

 

Seperti, habisnya usia pakai bangunan, kerusakan akibat ulah manusia, atau bencana yang disebabkan oleh alam atau kelalaian seperti kebakaran, gempa bumi, atau sebab lain yang sejenis.

 

Dalam pengklasifikasian kerusakan bangunan, terdapat 5 kategori utama yang perlu diketahui.

 

 

Kerusakan Non-Struktur

 

jenis kerusakan pada bangunan
 

Kerusakan ini berkaitan pada bagian rumah yang tidak terkait dengan komponen strukturalnya seperti retakan halus pada bagian plesteran, penutup atap, langit-langit, lantai, dan kerusakan lainnya.

 

Tidak terkaitnya pada struktural rumah membuat perbaikan kerusakan ini bisa dilakukan tanpa harus mengosongkan bangunan.

 

 

Kerusakan Ringan Struktural

 

jenis kerusakan pada bangunan

 

Kerusakan ringan struktural yang satu ini bisa berupa adanya retakan kecil di dinding atau pada kolom, yang menyebabkan kemampuan struktur untuk menopang beban sedikit berkurang. 

 

Kerusakan ini tidak memerlukan pengosongan bangunan, hanya saja harus segera dilakukan perbaikan agar tidak merambat semakin parah.

 

 

Kerusakan Sedang Struktural

 

jenis kerusakan pada bangunan

 

Kerusakan sedang struktural berkaitan dengan kerusakan yang lebih besar seperti meluasnya retakan pada dinding, kolom, atau ring balk. 

 

Namun kerusakan yang muncul ini, jika selesai diperbaiki masih bisa berfungsi dengan baik seperti semula.

 

Perbaikan kerusakan ini lebih baik jika dalam prosesnya bisa dikosongkan terlebih dahulu sampai aman untuk dihuni kembali.

 

 

Kerusakan Berat Struktural

 

jenis kerusakan pada bangunan

 

Kerusakan berat struktural merupakan kerusakan yang sebagian besar komponen bangunan baik struktural terpisah atau roboh. Sekitar 50 persen dari elemen utama mengalami kerusakan.

 

Ini umumnya disebabkan oleh gagalnya penopang beban menahan gaya tekan atau gaya tarik dan tidak bisa lagi menahan posisinya.

 

Dalam kondisi yang demikian, penghuni harus meninggalkan rumah atas dasar keamanan dan kelayakan.

 

 

Kerusakan Total 

 

jenis kerusakan pada bangunan

 

Terakhir, kerusakan total adalah jenis kerusakan pada bangunan yang berupa robohnya bangunan.

 

Hampir 80% bangunan sudah roboh dan tidak bisa lagi ditinggali sehingga proses perbaikannya membutuhkan pembersihan lokasi untuk mendirikan bangunan yang baru.

 

 

Jenis-Jenis Kerusakan Dini pada Bangunan

 

Sekarang, saatnya kita mengenali tanda-tanda kerusakan yang sering terjadi dan perlu mendapat perbaikan.

 

 

Atap Bocor dan Bergeser

 

Umumnya, atap dirancang untuk bisa bertahan 15-20 tahun, jika menggunakan material baja ringan bahkan mampu bertahan hingga 50 tahun.

 

Sehingga jika ada masalah pada atap sebelum waktunya, harus segera diperbaiki.

 

Baca Juga : Mau Tahu Masalah Atap Rumah Beresiko Tinggi? Simak Artikel Berikut!

 

 

Retak Dinding dan Plafon

 

Walaupun tidak semua retakan dinding dan plafon adalah kerusakan struktural, namun Anda perlu berhati-hati dalam mendiagnosis retakan tersebut.

 

Penting untuk memahami, apakah retakan tersebut berpotensi menjadi masalah besar. Umumnya, retakan pada dinding di atas pintu atau jendela harus diwaspadai karena rawan roboh.

 

 

Beton Atau Kolom Rusak

 

Penyebab utama runtuhnya beton atau kolom adalah karena kurangnya kemampuan menahan beban akibat kerusakan kecil, kelebihan beban, atau melemahnya kekuatan komponen.

 

Misalnya, kolom atau dinding bisa mengalami retak diagonal karena gempa, atau paparan kelembaban tinggi dan atau bahan kimia. 

 

Reaksi tersebut mampu menyebabkan korosi pada baja tulangan didalamnya dan memutus ikatan material yang kokoh.
 

 

Penurunan Pondasi dan Lantai Yang Tidak Rata 

 

Pondasi dan lantai adalah komponen bangunan yang terletak di bagian bawah dan berfungsi menopang bobot bangunan.  

 

Pondasi hingga lantai yang tidak rata sangat berbahaya karena artinya tanah kehilangan gaya topangnya.

 

Kerusakan ini sangat berat dan berpotensi longsor atau kerobohan yang mendadak akibat penyangga beban yang tidak seimbang.

 

 

Kesimpulan

 

Demikianlah penjabaran tentang jenis kerusakan pada bangunan yang perlu diwaspadai dan diperbaiki segera.

 

Bagi Anda yang tinggal di rumah yang cukup berumur, tepat bagi Anda menemukan artikel ini.

 

Atau jika Anda tahu siapa yang perlu tips ini, jangan sungkan untuk share artikel ini ya.

 

Jika Anda perlu melakukan renovasi dan perlu produk baja ringan berkualitas, merek BLKP yang sudah berpengalaman sejak 2003 membangun Indonesia bisa jadi pertimbangan Anda.

 

Mulai dari dari kebutuhan rangka, atap, hingga talang air, semua tersedia dengan material baja ringan berkualitas.

 

Anti karat, ramah lingkungan, harga bersahabat.

 

Butuh konsultasi? Hubungi kami.



Artikel Populer

Your Message Has Been Sent..