konstruksi bangunan.jpg

MENGENAL KEKUATAN MATERIAL PADA KONSTRUKSI BANGUNAN

Strength of materials atau kekuatan material pada konstruksi bangunan adalah hal yang berhubungan dengan perilaku benda padat karena tegangan dan regangan. Kekuatan bahan juga dapat didefinisikan tentang kekuatan suatu konstruksi, baik mesin atau gedung dan bangunan. 

 

Studi tentang kekuatan bahan sering berkaitan dengan berbagai cara perhitungan ketegangan dan tekanan pada struktural, seperti balok, kolom, dan poros.

 

Hal ini bertujuan untuk memperhitungkan respon struktur karena adanya beban dan kerentanannya jika terjadi kegagalan dalam perhitungan berkaitan dengan sifat bahan. 

 

Cek Juga: Cara Mudah Hitung Kebutuhan Rangka Plafon Disini!

 

 

Suatu konstruksi dikatakan baik jika perhitungan terkait kekuatan bahan sudah dilakukan dengan tepat. Kekuatan dalam kemampuan material menahan beban yg diterima, sehingga benda tidak mengalami deformasi atau perubahan bentuk.

 

Hal ini berkaitan dengan salah satu sifat mekanis materials yakni kekuatan atau strength. Sifat material ini ditentukan dari tegangan paling besar ketika material mampu renggang sebelum rusak. 

 

 

Uji Tarik

 

Dalam uji tarik suatu benda, diberi beban gaya tarik satu sumbu yang bertambah secara bertahap, bersamaan dilakukan pengamatan pada benda uji dengan extensometer.

 

Parameter yang digunakan untuk menjelaskan kurva tegangan-regangan adalah parameter kekuatan, sedangkan yang kedua mengenai bahan.

 

Lalu apa itu G550? Apa ada kaitan dengan strength of materials? Yes! Itu sangat berkaitan!

 

Mari kita jelaskan dengan sederhana dulu, g adalah simbol grade, dan 550 ada simbol kekuatan leleh nya yaitu : 550 mpa

 

fy  = 550 Mpa = 550 N/mm2  =  55 Kg/mm2

 

konstruksi bangunan

 

Secara umum, bahan baku baja ringan adalah baja G550. Jenis ini merupakan baja mutu tinggi dengan standar high tensile strength 550 Mpa (5500 kg/cm2).

 

Kekuatan ini menjadi elemen dasar untuk kekuatan tarik baja ringan. Selain sudah diuji tidak akan putus ketika ditarik dengan kekuatan 500 Mpa, baja juga memiliki modulus geser 80.000 MPa dan modulus elastisitasnya 200.000 Mpa.

 

Walau ringan dan tipis, dengan kuat tarik sebesar 550 Mpa, baja ringan sangat diandalkan dalam hal menopang beban struktur bangunan. 

 

konstruksi bangunan

 

 

Kekuatan Leleh

 

Lalu, apa itu kekuatan leleh? Tegangan leleh atau yield stress merupakan nilai tegangan yang saat sudah terlampaui, material akan meregang dengan cepat walau perubahan tegangannya tidak besar.

 

Setelah melampaui kekuatan leleh, material akan meregang dengan kecepatan lebih cepat sebelum mencapai tegangan ultimit atau titik maksimal putusnya material. 

 

Kekuatan suatu batang struktural baja ringan dapat dilihat dari yield point atau kekuatan leleh dari baja. 

 

Contohnya, ketika seutas tali ditarik kekuatan ditambah terus menerus, maka akan terjadi: 

  1. kekuatan tarikannya bertambah

  2. Tali tersebut akan bertambah panjang. 

 

Terus kapan nilai tegangan 550 n/mm2 ( 55 kg/mm2 ) dinilai atau dicatat dari uji tarik gnet truss?

 

Yaitu ketika berkurangnya penambahan kekuatan (engineering stress) dibandingkan penambahan dari panjangnya (engineering strain) material yang di uji!

 

konstruksi bangunan


 

 

Kesimpulan 

 

Itu dia pembahasan terkait kekuatan material pada konstruksi bangunan yang sangat penting demi kualitas bangunan.

 

Selain itu, perhatikan selalu material bangunan mutu tingi, seperti baja ringan yang terbukti berkualitas dan tahan lama.

 

BLKP hadir dengan bermacam produk baja ringan yang berkualitas yang sudah memiliki standarisasi SNI, ISO 9001-2015, uji lab ketahanan produk hingga 4 tahun garansi warna, dan juga sudah mendapatkan sertifikasi TKDN 22 - 34981.



Artikel Populer

Your Message Has Been Sent..