rangka atap kayu

RANGKA ATAP KAYU VS BAJA RINGAN, MANA YANG LEBIH BAIK?

Rangka atap kayu dan baja ringan merupakan material bangunan yang kerap menjadi pilihan sebagai atap rumah.

 

Baca Juga: Kenali Canal Baja Ringan, Pengganti Kayu Terbaik dari Segala Sisi

 

 

Akan tetapi, bahan baja ringan kerap dibandingkan sebagai material terbaik dari kayu atau baja konvensional.

 

Bahan kayu atau rangka baja ringan kerap dibandingkan dari sisi kualitas dan keawetannya.

 

Akan tetapi, masih banyak pro kontra terhadap pilihan dua material ini. Ada yang masih lebih suka menggunakan rangka kayu, atau sebaliknya, mulai berpaling ke baja ringan. 

 

Nah, berikut kelebihan dan kekurangan penggunaan rangka atap kayu atau atap baja ringan.

 

Apa saja? Mari kita bahas lengkapnya!

 

 

Kelebihan Rangka Kayu

 

Berikut ini adalah beberapa kelebihannya:

 

 

Material yang Fleksibel

 

Kayu merupakan bahan material yang terbilang fleksibel. Bisa dibentuk sesuai kondisi.

 

Dengan kemudahan tersebut, rangka kayu dapat menopang rangka atap Anda lebih tahan.

 

Pemasangan yang Tidak Ribet

 

Kelebihan rangka atap kayu sehingga membuatnya banyak digunakan adalah karena pemasangan yang terbilang tidak memakan waktu yang banyak.

 

Sehingga hal ini bisa menekan biaya pemasangan dan waktu yang lebih singkat.

 

rangka atap kayu
 

Pinterest: plusrooms.co.uk

 

 

Kekurangan Rangka Atap Kayu

 

Selain membicarakan kelebihannya, ada beberapa hal yang harus dipahami dari material kayu.

 

Pastinya ada beberapa kelemahan yang juga perlu Anda ketahui dengan seksama. 

 

Masalah Hama dan Lapuk

 

Rangka dari bahan kayu juga memiliki beberapa masalah seperti serangan hama.

 

Walau memiliki kualitas yang terjamin, masih bisa rusak karena adanya hama atau rayap.

 

Selain itu, bahan kayu yang memiliki kelembapan tinggi, dapat mudah lapuk.

 

Dari kualitas, kayu kelas dua dan satu memiliki kualitas yang berbeda dengan pelakuan sama.

 

Jika tidak dijaga dengan intensitas terkena air yang sering, keawetan materialnya akan mudah terkena jamur. 

 

 

Harga

 

Saat ini, walau dari bahan kelas satu, harga rangka atap kayu lebih mahal daripada baja ringan kelas.

 

Termasuk dalam hal pemasangannya. Semakin langkanya bahan kayu, harganya jelas akan naik. 

 

 

Lebih Berat

 

Rangka atap kayu nyatanya memiliki bobot yang lebih berat.

 

Walau terbukti kuat menjadi pengangga atap rumah Anda, namun bobot material ini bisa membuat struktur bangunan di bawahnya cepat ambruk karena menahan beban.

 

 

Sementara itu, berikut kelebihan dan kekurangan dari penggunaan rangka baja ringan.

 

 

Kelebihan Rangka Baja Ringan

 

Dengan informasi yang jelas, Anda dapat menentukan dan memperhitungkan penggunaan material yang satu ini.

 

 

Anti karat dan rayap

 

Kualitas baja ringan yang membuatnya banyak dipilih adalah sifat yang anti rayap.

 

Selain itu, ketahanan pada karat yang luar biasa. Perawatannya juga terbilang lebih simpel daripada kayu.

 

Biasanya baja ringan yang bergaransi karat minimal 25 tahun, sehingga tingkat keawetannya bisa mencapai 50 tahun atau lebih. 

 

 

Hemat Biaya Pemasangan

 

Dari sisi pemasangan, rangka baja ringan terbilang lebih hemat dari segi biaya dan waktu.

 

Proses pengerjaan lebih singkat, karena material biasanya sudah dipersiapkan dan diukur sebelum dipasang, jadi tidak perlu banyak proses pemotongan dan lainnya. 

 

 

Awet dan Tangguh

 

Baja ringan juga tidak mudah terkena lapuk atau berjamur seperti rangka kayu.

 

Bersifat lebih lentur, material ini juga sudah teruji kestabilannya daripada kayu di bangunan. 

 

 

Material Bisa Dimanfaatkan

 

Satu hal yang membuat material ini jadi idola adalah sifatnya yang bisa didaur ulang atau dijual kembali.

 

Jadi saat Anda sedang merenovasi rumah atau membongkar, selalu simpan rangka baja ringannya ya, karena bisa digunakan kembali.

 

Rangka atap kayu

 

Pinterest: engineeringfeed.com

 

 

Kekurangan Rangka Baja Ringan

 

Berikut kekurangannya:

 

Pengaruh Cuaca dan Angin

 

Biasanya, di tiap bagian baja ringan disatukan dengan baut.

 

Walau terbilang kuat, namun jika dihadapkan dengan cuaca ekstreem seperti angin kencang, sambungan bisa terlepas.

 

Itu sebabnya, penggunaan material ini harus dibarengi dengan kondisi dan lokasi rumah akan dibangun. 

 

 

Bisa Merusak Lingkungan

 

Jika diperhatikan lebih lanjut, baja ringan ternyata bisa merusak lingkungan karena bahannya.

 

Jenis material yang satu ini bisa diproduksi dengan bahan dasar yang mudah ditemukan.

 

Akan tetapi, prosesnya tersebut yang dapat membuat lingkungan tercemar. 

Dalam segala hal, memang akan selalu menghadirkan dua sisi.

 

Salah Hitung = Masalah Besar

 

Walau terbilang mudah dan sederhana, namun pemasangan material ini harus dihitung dengan akuat.

 

Jika sampai terjadi kesalahan, atap akan berada dalam kondisi yang berbahaya.

 

Jadi, sangat penting untuk paham terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan baik rangka atap kayu atau naja ringan, sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan material yang mana. 

 

 

Kesimpulan

 

Semoga informasi menarik seputar artikel di atas dapat memberikan insight penting seputar kelebihan dan kekurangan penggunaan rangka kayu vs baja ringan. 

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

 

Anda juga dapat memilih produk terbaik dengan selalu menggunakan material konstruksi seperti material baja ringan dengan mutu terjamin dan kualitas nomor 1. 

 

PT. Bumi Lancang Kuning Pusaka (BLKP) selalu siap membantu Anda dengan memberikan pilihan produk baja ringan berkualitas dengan jaminan SNI dan ISO. 

 

Tertarik dan ingin menghubungi BLKP? Anda bisa klik : Hubungi Kami.



Artikel Populer

Your Message Has Been Sent..