TIPS MENGHINDARI KONTRAKTOR NAKAL

Kontraktor adalah penyedia jasa berupa pengadaan dan hal lain berhubungan dengan pekerjaan sipil. Bisa berupa pembangunan jalan, konstruksi bangunan hingga jembatan, dan lain sebagainya. Sebuah pengembang properti biasanya menggandeng kontraktor dalam sebuah proyek. Alasannya antara lain pihak pengembang tidak memiliki tim pembangunan yang memadai dan efisiensi kerja. Dengan menyerahkan pembangunan pada kontraktor, pihak pengembang tidak perlu pusing memikirkan tetek-bengek teknis.

Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih kontraktor adalah penawaran harga, nama besar yang terkait dengan kredibilitas pengembang, serta pengalamannya. Namun, tak jarang ada jasa kontraktor yang nakal dan mencurangi klien. Lalu, bagaimana cara menghindari kontraktor nakal seperti itu?

 

  1. Pilih Kontraktor Yang Memiliki Reputasi Baik

Hal yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih kontraktor adalah penawaran harga, nama besar yang terkait dengan kredibilitas pengembang, serta pengalamannya.

Pilihlah kontraktor berpengalaman kerja sejenis, sesuai dengan apa yang akan dikerjakan. Cek hasilnya dengan melakukan kunjungan ke proyek yang telah dilaksanakan. Pastikan bahwa kontraktor tersebut benar – benar melakukan seluruh pekerjaan tersebut, bukan sekedar sub pekerjaan tertentu.

 

  1. Jangan Mudah Tergiur Dengan Tawaran Kontraktor Murah

Sebagai konsumen atau klien dari kontraktor bangunan, sudah seharusnya Anda lebih teliti dengan melihat tawaran biaya yang diberikan oleh kontraktor. Biasanya, saat pemilik sudah telanjur memberikan uang muka dan uang pembangunan semenjak awal kepada kontraktor, pihaknya kemudian hilang begitu saja. Agar kejadian ini tidak menimpa Anda, sebaiknya jangan mudah tergiur dengan tawaran kontraktor murah. Cari kontraktor yang memang benar-benar memiliki reputasi baik dan legalitas yang jelas.

Oleh karena itu, sebelum menyetujui tawaran kontraktor pembangunan rumah, sebaiknya pastikan untuk menanyakan semua tawaran pekerjaan yang mereka ajukan dan sesuaikan dengan biayanya.

 

  1. Tetapkan Spesifikasi Material Dengan Jelas dan Detail Sejak Awal

Kontraktor nakal bisa mengambil keuntungan dengan menurunkan kualitas material bangunan. Untuk mengantisipasi kejadian ini, tetapkan spesifikasi di awal dengan jelas dan detail, mulai dari bentuk, ukuran, hingga nomor seri bahan jika diperlukan. Spesifikasi ini harus disetujui oleh kontraktor dan tertuang dalam dokumen keketatan hukum.

 

Nah, sebelum membangun rumah pastikan untuk selalu waspada dan mengecek beberapa referensi kontraktor agar tidak bertemu dengan kontraktor nakal.

Sumber: google.com



Artikel Populer

Your Message Has Been Sent..