TCT VS BMT : PENGERTIAN, PERBANDINGAN, DAN CARA MENGUKURNYA

Hi Sobat BLKP,

 

Bagi sobat BLKP yang selalu setia membaca artikel dan update terbaru di BLKP, tentunya pernah membaca artikel tentang perbedaan istilah TCT dan BMT disini bukan? Namun di artikel tersebut hanya membahas sekilas saja. Nah pada pembahasan kali ini, admin akan membahasnya secara lebih lengkap tentang pengertian maupun perbandingan dari keduanya. Jadi simak ulasan lengkapnya dibawah ini ya.

 

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, setiap bagian baja ringan dari gudang yang dibuat secara khusus, tentunya sebagai seorang engineer atau pembangun perlu mengukurnya terlebih dahulu dengan persyaratan yang benar dan jelas agar tidak terjadi kesalahan.

 

Jika kamu belum terbiasa dengan berbagai pengukuran yang digunakan untuk baja ringan, kamu mungkin akan merasa sedikit kebingungan selama proses pengukuran tersebut.

 

Sebagai contoh di BLKP, kita sering menggunakan istilah BMT untuk pengukuran ketebalan baja ringan. Namun kamu juga pasti pernah mendengar istilah pengukuran yang hampir mirip dengan BMT yaitu TCT yang digunakan untuk mengukur ketebalan juga.

 

Jadi apa sih sebenarnya arti dari kedua istilah dalam dunia konstruksi bangunan baja ringan tersebut?

 

 

Apa itu TCT?

TCT kepanjangan dari Total Coating Thickness merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk mengukur ketebalan yang mencakup lapisan - lapisan dari baja ringan itu sendiri. Selain itu, TCT juga dapat mengukur ketebalan yang mencakup lapisan logam, primer dan lapisan cat. Karena keunggulannya ini, TCT memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari BMT.

 

Secara umum, TCT ini dapat mengukur substrat baja serta lapisan logam, lapisan resin dan film cat. Sebagai contoh, produk truss dari BLKP diberi label sebagai BMT 0.42 mm berarti produk tersebut akan memiliki TCT 0.47 mm. 

 

Jika BMT diukur pada 0.48 mm berarti produk akan memiliki TCT 0.53 mm. Untuk perhitungan desain atau desain struktur, sebaiknya menggunakan BMT karena kekuatan material sebenarnya berasal dari baja dasarnya. Lapisan pelapis logam memberikan ketahanan korosi terhadap pelapukan alami.

 

 

Apa itu BMT?

Setelah mengetahui pengertian dari TCT, ini saatnya kamu mengetahui  juga pengertian dari BMT. BMT kepanjangan dari Base Metal Thickness merupakan suatu ukuran standar pengukuran yang digunakan di dunia konstruksi baja ringan. Dalam pengukurannya, BMT mengacu kepada ketebalan logam secara struktural saja, tanpa mempertimbangkan pelapis tambahan, warna dan sebagainya. 

 

Umumnya, BMT ini untuk mengukur substrat baja sebelum lapisan logam atau cat ditambahkan ke substrat tersebut. 

 

 

Perbandingan TCT vs BMT

tct vs bmt

 

Setelah mengetahui tentang pengertian dari TCT dan BMT, sekarang saatnya mengetahui apa saja sih perbandingan dari keduanya.

 

Sangat penting sekali untuk mengetahui bahwa baja ringan diukur dalam standar BMT Australia, karena jika kamu menggunakan TCT, seorang pembangun atau engineer mungkin tidak menyadarinya, dan baja ringan yang digunakan di gudang mungkin terlalu tipis untuk menopang struktur dari baja ringan itu sendiri.

 

Contohnya seperti ini, jika kamu membutuhkan BMT 0,30 milimeter, tetapi kamu meminta TCT dengan jumlah yang sama, maka kamu hanya akan menerima produk sekitar 0,25 BMT. Hal ini berarti bahan dasar baja ringan kamu 16 persen lebih tipis.


 

Cara Mengukur TCT dan BMT

tct vs bmt

 

Agar tidak salah ketika mengukur ketebalan baja ringan, kamu sebagai seorang konsumen perlu memastikan telah menerima sketsa kerja rangka baja ringan untuk dipasang di rumah kamu. Dengan sketsa kerja tersebut, kamu dapat memiliki gambaran dan kamu juga dapat mengontrol apakah desainnya itu sudah sesuai atau tidak.

 

Ketebalan suatu material baja ringan merupakan salah satu hal yang penting diketahui, karena terdapat 2 (dua) peranan penting yang menentukan ketebalan masing - masing material baja ringan tersebut yaitu ketebalan pelat dan ketebalan coating.


 

Ketebalan Pelat

Ketebalan pelat ini berkaitan dengan kemampuan suatu profil atau produk untuk menahan muatan - muatan yang bekerja. Apabila beban - beban tersebut tebalnya tidak sesuai dengan perincian, maka profil akan mengalami tekanan yang sangat besar.

 

Ketebalan pelat ini adalah ketebalan baja dasarnya saja atau bisa diukur dalam BMT (Base Metal Thickness). Biasanya ketebalan tersebut diukur dalam satuan milimeter.


 

Ketebalan Coating

Berbeda dengan ketebalan pelat, ketebalan coating ini berkaitan dengan kemampuan sebuah profil atau produk terhadap ketahanannya terhadap korosi atau karat. Ketebalan dalam lapisan coating ini akan menjaga struktur baja dasarnya.

 

Ketebalan sebuah coating bisa kamu ukur dalam satuan mm (milimeter) atau dalam satuan berat per m2 dalam setiap susunannya.

 

Lalu bagaimana cara mengukur kedua ketebalan tersebut? Untuk mengetahui berapa ketebalan coating yang akan digunakan, kamu bisa menggunakan 2 (dua) metode untuk mengukurnya yaitu metode satuan panjang dan metode satuan berat persatuan luas.

 

Pengukuran Berdasarkan Panjang

Ketika menggunakan metode pengukuran berdasarkan panjang, satuan yang digunakan adalah milimeter atau micron. Dimana satuan ini biasanya digunakan oleh TCT untuk mengukur ketebalan. Untuk mengetahui ketebalan coating, maka cara menghitungnya adalah TCT dikurangi dengan BMT. 

 

Ketebalan Coating = TCT - BMT

 

Contohnya seperti ini, kita memiliki tebal pelat dengan label AZ-140 dengan TCT sebesar 0.85 mm dan BMT sebesar 0.8 mm, maka :

 

Ketebalan Coating = 0.85 mm - 0.8 mm 

= 0.05 mm atau 50 (dalam satuan micron)

 

 

Pengukuran Berdasarkan Berat 

Metode kedua adalah dengan menggunakan pengukuran yang berdasarkan berat. Pengukuran ketebalan berdasarkan berat mencakup baja ringan yang dilindunginya. Pada umumnya menggunakan satuan gram (per meter persegi).

 

Contohnya seperti ini,

 

Sebuah coating dengan label AZ-140 adalah coating bahan baku baja ringan bernama galvanize yang memiliki berat 100 gram/m2.

 

Untuk mengukur ketebalan menggunakan satuan berat, hal yang perlu diperhatikan adalah rincian produk yang ditawarkan. Umumnya diukur dalam satuan TCT, namun pada satuan TCT tidak memberikan uraian lengkap tentang BMT yang dipakai. 

 

Apabila ketentuan spesifikasi tidak ditetapkan, maka dalam pelaksanaannya seorang produsen akan lebih memilih menebalkan profil atau produk baja ringan dengan menipiskan lapisan coating. Hal ini dilakukan karena lapisan coating memiliki harga yang sangat tinggi yaitu mencapai 60 persen dari harga bahan bakunya.

 

 

Kesimpulan

Itulah informasi lengkap yang bisa admin berikan tentang TCT vs BMT: pengertian, perbandingan dan cara mengukur ketebalannya. Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk kamu dan selamat membaca ya!


Jika kamu membutuhkan rangka atap maupun rangka lantai dengan menggunakan material baja ringan dengan kualitas terbaik, BLKP adalah pilihan paling tepat. Apabila ada hal yang ingin ditanyakan mengenai produk dan lain sebagainya, jangan sungkan juga untuk bertanya ke profesional kami yang dapat membantu semua pertanyaan kamu.



Your Message Has Been Sent..