VARIABEL TERPENTING DARI BASE METAL THICKNESS (BMT)

Pada umumnya, semua petunjuk atau kode pengelasan yang berbeda mempunyai Base Metal Thickness (BMT) sebagai variabel terpenting. Karena semakin tebal sebuah baja ringan atau logam, maka akan semakin cepat ia mampu untuk menghilangkan suhu panas.

 

Keterlibatan BMT dalam Pengelasan

Perubahan efek pendingin untuk ketebalan sebuah material yang berbeda ini memiliki sejumlah keterlibatan atau implikasi yang berbeda ketika kita sedang melakukan pengelasan. Dalam pembahasan kali ini, admin akan membahas mengenai beberapa keterlibatan tersebut.


 

Keterlibatan Fusi (Fusion Implications)

Apabila energi panas yang ditimbulkan oleh busur las dihilangkan dengan cepat dari las, maka jumlah pelelehan logam dasar yang terjadi akan berkurang. Dibawah kondisi yang sangat buruk tersebut, panas dari busur las dapat dihilangkan dari lokasi pengelasan dengan sangat cepat sehingga tidak akan terjadi pelelehan baja. Kemudian kami akan memperoleh kekurangan cacat fusi yang dibuat.

 

Hal ini terutama terlihat dalam proses pengelasan dimana masuknya panas ke dalam las sangatlah rendah. Contohnya adalah proses Gas Metal Arc Welding (GMAW) ketika menggunakan dip transfer. Ketika mengelas menggunakan mode transfer celup GMAW, banyak panas yang masuk ke pemanasan resistansi kawat, bukan ke busur las. Dengan hal tersebut, tentunya dapat mempermudah dalam melelehkan kawat las tanpa perlu benar - benar melelehkan logam dasar.

 

Baca Juga : Perbedaan TCT dengan BMT secara Lengkap

 

Untuk alasan ini, sebagian besar kode membatasi BMT dalam jumlah maksimum yang memenuhi persyaratan sampai dengan 1,1x ketebalan ketika menggunakan mode transfer celup untuk proses GMAW.

 

Selain itu, kurangnya fusi juga sering ditemukan ketika proses pengelasan tembaga. 



 

Keterlibatan Tingkat Pendingin (Cooling Rate Implications)

Sepanjang proses pengelasan fusi, logam las dan Heat Affected Zone (HAZ) dari logam dasar di sebelah las mengalami perubahan fasa dan perubahan lainnya pada struktur mikro. Ketika BMT meningkat, kecepatan pendingin las dan HAZ juga akan meningkat.

 

Perubahan fasa yang terlihat jelas adalah perubahan dari logam cair menjadi padat. Selama proses ini, terdapat proses dimana logam cair mulai membentuk nukleasi padat atau dalam bentuk butiran kristal. Setelah itu, inti ini mulai bertumbuh sampai butiran tersebut saling bersentuhan. Pada saat inilah, semua logam cair akan berubah menjadi padat. Proses ini disebut dengan proses solidifikasi.

 

Semakin cepat proses ini terjadi, maka akan semakin banyak butiran yang ada di las yang dipadatkan atau menjadi padat. Di kondisi yang sama, semakin banyak biji-bijian, maka akan semakin kecil ukuran dari biji-bijian ini. Dengan kata lain, semakin cepat proses solidifikasi, maka akan semakin halus struktur butiran dari logam las.



 

Efek Pengenceran dalam Lapisan Las

Ketika penghilang suhu panas untuk BMT lebih besar, maka hasilnya akan ada penurunan suhu yang lebih terjal dari logam cair ke logam dasar. Penurunan suhu yang terjal ini memiliki arti bahwa jumlah logam dasar yang dicairkan lebih sedikit daripada logam dasar yang lebih tipis.

 

Saat logam dasar yang dilebur lebih sedikit, maka persentase logam dasar yang ditambahkan ke logam pengisi juga akan lebih sedikit. Efek dari pengenceran ini sangat penting dalam keadaan apapun dimana bahan habis pakai dari proses pengelasan memiliki komposisi kimia yang berbeda dari logam dasar. Proses ini sangat spesifik ketika melakukan lapisan las. 

 

Dalam hal ini, Base Metal Thickness (BMT) merupakan variabel terpenting saat melakukan pelapisan las. Alasannya karena semakin tebal logam dasar maka akan semakin sedikit proses pengencerannya.


 

Rentang Kualifikasi untuk BMT

bmt

 

Setiap kode pengelasan akan menangani variabel terpenting BMT secara berbeda, sehingga tidak ada rentang kualifikasi tunggal. Namun kali ini admin akan membahas tipe pendekatan yang digunakan oleh kode pengelasan yang berbeda untuk variabel penting ini.

 

Sebagian besar kode pengelasan memiliki BMT yang sudah memenuhi syarat, namun seperti yang sudah admin infokan sebelumnya di pembahasan tentang efek dari pengenceran dalam lapisan las, bahwa setelah BMT melampaui nilai tertentu, maka efek heat sink (pendingin) ini cenderung berhenti meningkat secara cepat.

 

Oleh karena itu, tidak sedikit kode pengelasan memiliki BMT yang memenuhi syarat menjadi hampir tidak terbatas jika ketebalannya di atas ketebalan yang lebih spesifik.



 

Kesimpulan

Efek utama dari Base Metal Thickness (BMT) adalah bahwa dengan bertambahnya suatu ketebalan, maka kecepatan pelepasan panas dari las akan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan jumlah fusi yang berbeda serta struktur mikro yang berbeda di dalam las dan area yang terkena panas.

 

Kode pengelasan yang berbeda akan menentukan rentang kualifikasi yang berbeda pula, hal ini berdasarkan variabel terpenting dari BMT. Pernyataan ini diperumit oleh fakta bahwa kisaran ketebalan yang memenuhi syarat akan berbeda saat sifat benturan penting untuk komponen tertentu yang di las. Oleh karena itu, pastikan kamu memeriksa secara berkala kode pengelasan yang relevan untuk kisaran yang memenuhi syarat.

 

Bagaimana sobat BLKP, sudah mulai mengerti tentang variabel terpenting dari BMT? Semoga artikel yang membahas tentang variabel terpenting dari BMT ini bisa bermanfaat untuk kamu dan selamat membaca artikelnya!


Tunggu artikel - artikel terbaru dari kami selanjutnya dan jangan lupa, kalau kamu membutuhkan material bahan bangunan, selalu ingat BLKP ya!



Artikel Populer

Your Message Has Been Sent..